Thursday, February 4, 2016

Dasar-Dasar Jurnalistik Online




Dasar-Dasar Jurnalistik Online


Dulu, jika berbicara tentang media massa, pikiran kita langsung mengawang membayangkan koran, televisi, dan radio. Tetapi kini tidak hanya itu. Ada media dalam jaringan/ online yang belakangan menjadi sumber informasi andalan banyak orang. Ya, jurnalisme online adalah era baru komunikasi media massa. 

Jurnalisme online adalah level tertinggi jurnalisme atau generasi ketiga jurnalisme setelah cetak dan elektronik. Salah satu keunggulannya adalah kecepatan dalam penyebaran informasi dan jangkauannya yang sangat luas. 

Nama Lain

Selain dikenal dengan Jurnalisme Online, banyak orang yang 'menjuluki' jurnalisme yang satu ini dengan nama lainnya. Setidaknya tedapat 7 nama lain dari jurnalisme online ini.

1. Multimedia journalism

Karena tidak hanya memuat satu bentuk berita saja (misalnya teks atau audio saja), beberapa orang menyebut jurnalisme online ini dengan jurnalisme multimedia. 

2. Cyber Journalism

Karena media ini tidak berfisik, sebagian orang mengenal jurnalisme online ini dengan jurnalisme maya atau cyber journalism.


3. Internet Journalism

Sebagian orang menyebut jurnalisme online ini dengan jurnalisme internet. Kalian tahu mengapa? Ya, dibutuhkan koneksi internet untuk mengakses media-media online yang ada. 


4. Website Journalism

Tidak sedikit nama lain dari jurnalisme online ini. Beberapa orangg juga menyebut jurnalisme dengan jurnalisme situs. Ya, karena kita harus membuka situs terlebih dahulu baru bisa mendapatkan informasi.


5. Digital Journalism

Di beberapa situs berita, kita bisa mengomentari berita yang ada. Berita-beritanya juga ditampilkan dalam berbagai bentuk. Bisa teks, foto, bahkan video, dan kolom-kolom interaktif. Hal ini yang mendasari julukan jurnalisme digital tersebut.


6. Online Journalism

Media-media online ini berkumpul di dalam satu jaringan besar yang dapat diakses dengan internet, dimana pun dan kapan pun. 


7. Clickbait Journalism

Apa kalian pernah melihat judul berita yang bikin penasaran seperti; Wow Bandung Akan Miliki Danau Raksasa!, Ini Dia Motif Pembunuhan Jessica, dsb. Judul seperti itu membuat kita penasaran bukan? 

Jika dipikir lebih jauh, sebenarnya hal ini kurang terpuji bagi seorang jurnalis. Hal ini dapat membuat jengkel beberapa netizen. Terkadang judul dengan isinya tidaklah sama. Bahkan ada yang berupa virus/ malware yang membahayakan komputer kita.

Motif dari clickbait/ umpan-klik ini tidak lain untuk mengincar jumlah orang yang mengklik tautan tersebut. Semakin banyak orang yang mengklik tautan tersebut, semakin banyak pula penghasilan yang didapatkan dari media tersebut. Sebaiknya kita tidak tertipu dengan judul-judul yang norak seperti itu.

7 Perubahan Pada Media Massa 





Media massa dewasa ini memiliki saudara baru yang sedang viral di kalangan masyarakat. Ya, media online. Kedatangan media online ini otomatis mengubah karakteristik media massa yang sudah ada. Berikut perubahan yang telah terjadi pada media massa sejauh ini:

Perubahan format media
Media saat ini sudah bertransformasi ke dalam bentuk digital. Bahkan media massa seperti cetak, televisi, dan radio saat ini juga membagikan kontennya di internet. 

Hal ini tentunya memudahkan kita sebagai audience dalam mencari informasi atau data. Tidak dibutuhkan waktu yang lama untuk mencari informasi untuk melengkapi tugas kita. Hanya dengan membuka google, semua masalah dapat diatasi.

Perubahan target bisnis


Dahulu, media cetak hanya mengejar oplaag/ pendistribusian medianya. Semakin banyak koran atau majalah yang didistribusikan, semakin terlihat sukses dan populer lah media tersebut. Tetapi kini tidak seperti itu. 

Media massa untuk mencapai kata populer dilihat dari seberapa ramai websitenya dikunjungi oleh masyarakat. 

Perubahan cara mengkonsumsi berita
Dahulu kita harus pergi ke kios koran atau harus duduk berlama-lama di depan televisi/ radio untuk mendapatkan informasi yang kita butuhkan. Kini tidak lagi. Kita dapat mendapatkan informasi yang dibutuhkan hanya dengan sentuhan jari di gawai. Luar biasa.

Perubahan Konten
Seperti yang kita ketahui, koran hanya bisa menampilkan sedikit foto dengan banyak teks. Begitu pula radio, kita hanya dapat menikmati informasi dalam bentuk audio. Mungkin televisi memiliki cakupan yang sedikit lebih banyak. Tetapi televisi tidak efisien. Ketika kita di kereta api, kita tidak bisa menonton televisi. Hm.

Oleh sebab itu muncul lah media online dengan konten yang beragam yang dapat diakses dari mana saja dan kapan saja. Formatnya juga beragam. Teks saja? Ada. Audio saja? Ada. Mau video? Ada pastinya! 

Audience change
Dahulu jurnalis hanya menulis kontennya untuk manusia. Berbeda dengan kini. Loh, selain manusia ada lagi? Jawabannya ada!

Ya, kini jurnalis dituntut tidak hanya menulis untuk manusia. Lebih dari itu, jurnalis harus menulis juga untuk mesin pencari/ search engine dan robots. Alasannya? Agar tulisan yang dihasilkan mudah ditemukan dan dapat dijangkau oleh banyak orang.

Perubahan format text
Jurnalis dituntut untuk memudahkan para audiencenya. Salah satunya dengan mengubah kebiasaannya untuk menggunakan justify dengan allign left. Tujuannya agar tulisan mudah dipindai/ scan

Para jurnalis dewasa kini makin mengerti kita yang sibuk dan tidak mempunyai banyak waktu untuk membaca keseluruhan informasi. Akhirnya, dibuatlah format tulisan yang mudah untuk dipindai mata kita. Kita sebagai audience yang diuntungkan.

Perubahan skill jurnalis

Dahulu seorang jurnalis hanya dapat menguasai satu bidang saja. Misalnya menulis atau memfoto saja. Kini, jurnalis dituntut untuk bisa melakukan segalanya. 



Dewasa ini, media massa mainstream tidak hanya memiliki satu bidang saja. Misalnya cetak saja. Media massa kini memiliki berbagai bidang hasil produksi para jurnalis. Berita yang disajikan dalam berbagai bentuk. Audio, foto, bahkan video.

Oleh sebab itu, jurnalis di era kini harus dapat menguasai skill tersebut agar bisa bersaing dengan yang lain.

0 comments: