Sunday, November 29, 2015

Menggali Ilmu Kejurnalistikan Bersama FKPMB


Para panitia dan peserta foto bersama usai kegiatan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Menengah (PJTM) yang digelar oleh Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung (FKPMB), Minggu (29/11). Di Gedung Diklat UKM dan Perindustrian Cigondewah, Kota Bandung.
BANDUNG – Langit tampak kelabu, namun ini bukan senja. Cuaca di kawasan Gedung Diklat UKM dan Perindustrian Cigondewah, Kota Bandung beberapa hari terakhir memang kurang bersahabat. Sekerumunan orang berpakaian hitam mulai berlalu lalang, adapula yang asyik dengan gadgetnya. Kaum adam usai melaksanakan shalat Jum’at, lalu para kaum hawa mendapat gilirannya, bergegas menuju masjid dan di sudut gedung panitia tengah sibuk mempersiapkan segala hal.
Hari itu tepat saat dilaksanakannya Pelatihan Jurnalistik Tingkat Menengah (PJTM) yang digelar oleh Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung (FKPMB) mulai 27-29 November 2015, dan dihadiri peserta sebanyak 47 orang yang merupakan delegasi dari setiap Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang tergabung dalam FKPMB.
Seluruh peserta mulai memadati ruangan, pembukaan PJTM dipimpin oleh Restia Aidila Joneva selaku Master of Ceremony (MC) siang itu. Sambutan yang pertama diberikan kepada Ketua Pelaksana PJTM 2015, Demian Damara. Disusul oleh Sekretaris Jenderal FKPMB, Adam Rahadian Ashari untuk memberikan sambutan.
PJTM merupakan kegiatan yang sejak lama didambakan oleh seluruh pengurus FKPMB. Meskipun sebelumnya FKPMB sempat vacuum dari ranah Pers Mahasiswa (Persma), kini FKPMB mulai memunculkan kembali eksistensinya, sehingga tak hanya sebatas nama ataupun sejarah tetapi menjadi wadah yang ingin menciptakan ruang silaturahmi bagi Persma se-Bandung Raya.
Titik bangkit FKPMB tentunya turut andil dalam mensupport dan membantu berbagai masalah yang dihadapi beberapa Lembaga Pers Mahasisiwa ditengah-tengah birokrasi kampus yang terkadang tidak sependapat dengan mereka.
“PJTM ini sebagai ruang silaturahmi bagi seluruh Persma, silahkan gali ilmunya disini, semoga kegiatan ini keren secara kualitas dan kuantitas” tutup Sekjen FKPM, Adam Rahadian dalam sambutannya dengan percaya diri.
Kemudian, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung, Adi Marsiela melangkah maju untuk membuka kegiatan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Menengah. Adi sangat mengapresiasi kegiatan PJTM sebagai moment yang tepat untuk memeras ilmu dari berbagai pemateri berpengalaman yang luar biasa. Panitia dan peserta yang mayoritas sedang mengenyam pendidikan tinggi bahkan merelakan waktu dan tenaga untuk mensukseskan kegiatan ini.
AJI percaya Citizen Journalism (CJ) suatu hari nanti dapat menjadi hal yang kuat meskipun CJ bukan bagian dari AJI, namun memegang peranan penting dalam dunia pers kedepannya. Dalam PJTM ini, Adi menuturkan seluruh mahasiswa yang tergabung dalam Persma untuk saling mem-back up rekan Persma lainnya, “Silahkan peras, lalu nikmati ilmunya” tutur Adi dengan mantap.
Usai pembukaan, peserta disuguhkan dengan materi Feature berjudul ‘Merangkai Kata Lewat Fakta’ yang dibawakan Adi Marsiela. Feature mampu menjadi bentuk tulisan dasar yang memiliki nilai luar biasa. Penyampaian materi yang singkat namun pembawaannya yang menarik, tentunya saat kesempatan bertanya diberikan Adi langsung diserbu banyak pertanyaan yang diajukan para peserta.
Dilanjut materi mengenai reportase mendalam oleh Tri Joko Heriyadi selaku Reporter Harian Umum Pikiran Rakyat, peserta difokuskan dalam pembuatan outline untuk observasi isu yang akan diangkat.  Reportase mendalam tentunya akan berbeda dengan reportase biasa dan investigasi baik, reportase mendalam lebih menonjolkan sisi memaparkan, sudut mengapa dan bagaiman serta pemahaman yang ingin disampaikan kepada masyarakat.  Seluruh peserta duduk secara berkelompok, Joko memberika isu mengenai cable car dan peserta mulai berdiskusi untuk mengisi format jawaban dalam menentukanoutline reportase mendalam.
Malam harinya sebelum diskusi dimulai panitia asal Isola Pos, Syahid menunjukan keahliannya menghibur peserta dengan stand-up comedy namun peserta asal Isola Pos lainnya, Kholid tak ingin ketinggalan untuk unjuk gigi melakukan stand-up di depan keluarga barunya.
Diskusi pun dimulai terkait pembahasan payung hukum terhadap pers mahasiswa di kampus. Peserta asal BPPM Pasoendan Teguh, Jeje dengan argumennya bahwa Persma layak mendapatkan payung hukum dari Dewan Pers. Disisi lain peserta asal LPM Suaka, Ridwan Alawi bersikeras meyakini bahwa Persma berada dibawah naungan kampus sehingga tidak mungkin mendapat payung hukum dari Dewan Pers, sehingga akhirnya mampu memancing berbagai pendapat yang dilontarkan peserta, salah satunya peserta asal LPM Suaka, Istiqhonita yang menarik kesimpulan bahwa pers mahasiswa akan sulit berada dibawah perlindungan Dewan Pers.
Hari berikutnya peserta mendiskusikan resensi buku yang dipimpin oleh Fahmi yang merupakan Pimpinan Redaksi Isolapos dan Ummu asal Pers Lima. Usai diskusi dilanjutkan materi mengenai Manajemen Redaksi yang disajikan oleh salah satu anggota AJI Bandung, Nursyawal. Ia menjelaskan pula mengenai teori komunikasi, mungkin cukup rumit bagi peserta yang sebagian dari mereka bukan berlatar belakang jurusan Ilmu Komunikasi, ia juga memberikan contoh bagaimana simulasi rapat redaksi yang biasanya dilakukan oleh media.
Dan materi terakhir disampaikan oleh seorang Wartawan cetak Pikiran Rakyat, Lina Nursanty mengenai Media Siber. Media siber yang kini menjadi salah satu bentuk kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi dan kebebasan pers adalah Hak Asasi Manusia yang dilindungi Pancasila.
Menjelang sore, seluruh peserta bergegas menuju kamar masing-masing bersiap untuk berdiskusi bersama seluruh Pimpinan Umum (PU)  Lembaga Pers Mahasiswa usai adzan isya berkumandang.
Seluruh PU  mengenalkan diri masing-masing, yang sangat menarik perhatian peserta saat PU Daunjati (ISBI Bandung), Iwan mulai mengekpresikan raut wajahnya, ia memecahkan keheningan ketika dengan segaja membuka kaos merah yang dikenakannya saat memperkenalkan diri, sontak seisi ruangan ricuh oleh tawa disetiap sudutnya.
PU Viskosa (STT Bandung), Ahaddian Fahmi Hakim menutup sesi perkenalan PU. Selanjutnya diskusi dimulai, yang diawali dengan sebuah pertanyaan yang dilontarkan kepada LPM SUAKA oleh peserta asal Media Parahyangan Dyaning yang ingin dijelaskan bagaimana cara SUAKA mencetak wartawan-wartawan kampus. Diskusi tersebut membuat seluruh peserta memahami bagaimana kinerja LPM masing-masing kampus. Hingga larut malam, diskusi pun terus berlanjut.
Tibalah seluruh peserta di hari terakhir kegiatan PJTM, sebelum materi dimulai panitia mengadakangames  yang dipimpin langsung oleh Sekjen FKPMB, Adam Rahadian. Tawa canda turut serta menghiasi permainan yang berlangsung selama hampir dua puluh menit.
Materi terakhir yang peserta terima yaitu praktik jurnalistik. Seluruh kelompok diwajibkan untuk membuat sebuah bulletin sederhana, dan seluruh panitia berperan sebagai narasumber. Peserta  dibebaskan dalam menentukan issu bulletin, mulailah seluruh peserta sibuk dengan tugasnya masing-masing. Reporter berlarian kesana kemari menggali data dari narasumber, layouter sibuk menggambar aneka ilustrasi dan karikatur pada cover  bulletin, redaktur sibuk merangkai data ke dalam kata.
Dua jam berlalu, tiga panitia mulai menilai seluruh bulletin singkat hasil karya peserta. Fahmi, Syahid dan Gagah menjadi perwakilan juri dan siap mengomentari baik dari segi penulisan, tata letak hinggadesign gambar yang dibuat. Sampailah seluruh peserta di penghujung acara, MC mengambil alih dan mengintruksikan seluruh peserta untuk berkemas dan membawa seluruh barangnya ke lapangan.
Sebelum kegiatan PJTM ditutup, pengurus FKPMB mengadakan evaluasi terkait kinerja panitia selama tiga hari berlangsung. Kritik demi kritik terus berlanjut, tanpa ada sepatah kata sanggahan pun dari panitia. Evaluasi tersebut bertujuan untuk memperbaiki kegiatan PJTM ditahun berikutnya, meskipun masih terdapat beberapa kekurangan, nampaknya peserta cukup puas dengan kegiatan PJTM tahun ini. Satu per satu peserta mengelilingi warna-warni balon siang itu, menandakan PJTM akan segera berakhir.
Usai pelepasan balon, panitia mengumumkan kelompok dan peserta mana yang patut diberikan reward. Kelompok 1 terpilih sebagai kelompok terbaik berdasarkan segi penyajian bulletin, kelompok yang digawangi oleh Ricky Priangga dan kawan-kawannya bersorak sorai meneriakan ‘Mantap!!’ dihadapan peserta lainnya. Lalu Muhamad Al-Iqbal peserta kelompok 1 asal Jatinangor terpilih sebagai peserta terbaik. Dan kelompok 3 turut bersorak  saat panitia mengumumkannya sebagai kelompok terfavorit. Dan terakhir Kholid peserta asal Isola Pos terpilih sebagai peserta terhiper aktif.
Panitia dan peserta berfoto bersama, kegiatan ini menjadikan Pers Mahasiswa memiliki wajah baru yakni para peserta PJTM yang siap berkontribusi untuk Lembaga Pers Mahasiswa. Terik matahari kala itu, menghantarkan seluruh peserta satu per satu yang mulai meninggalkan tempat.

Dikutip dari Jurnalpos

0 comments: