Tuesday, September 16, 2014

Eksistensi Media Cetak di Era Digital




BANDUNG - Pemimpin perusahaan Harian Umum Tribun Jabar, Dr. Pitoyo M.Ikom, mengisi kuliah umum seputar keberadaan media cetak di era digital, Selasa lalu (16/9). Kegiatan ini berlangsung di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Mahasiswa yang hadir pada kuliah umum antusias memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar dunia media cetak.

Universitas selalu membekali mahasiswanya dengan berbagai pengetahuan tentang dunia yang akan ditempuh oleh mahasiswanya. Begitu juga dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. 

Kampus yang berbasis islami tersebut mengadakan kuliah umum untuk mahasiswa ilmu komunikasi dengan menghadirkan Dr. Pitoyo M.IKom selaku pemimpin perusahaan Harian Tribun Jabar (grup Kompas) sebagai pemateri. 

Dalam kuliahnya, Pitoyo menyampaikan, media cetak dewasa ini menurun eksistensinya seiring dengan menggeliatnya eksistensi dari media online.
Faktor kecepatan penyampaian informasi juga diaku sebagai faktor lain menurunnya eksistensi media cetak dibanding media online. 

Namun ia berpendapat, media cetak masih dapat terus bertahan karena masih banyak orang yang membutuhkan media cetak untuk beberapa kepentingan. 
Selain itu, faktor kelengkapan dan sudut pandang penyampaian berita juga menjadi 'nilai juang' dari media cetak untuk menghadapi gempuran media online. 

Ia juga menceritakan proses cetak dari sebuah surat kabar. Pitoyo mengaku Tribun Jabar mencetak 180.000 eksemplar dalam sehari. Dan bertambah 20.000 eksemplar apabila harian ini menyajikan berita seputar klub sepak bola kecintaan masyarakat Bandung, Persib. 

Kegiatan yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini mendapat sambutan positif dari mahasiswa ilmu komunikasi UIN Sunan Gunung Djati. Terbukti dengan membludaknya peserta kuliah umum ini.

0 comments: