Tuesday, May 17, 2016

Tradisi Unduh-Unduh Umat Kristen di Jombang



Berbagai hasil bumi seperti padi, sayur-sayuran, dan buah-buahan dihias di atas gerobak besar kemudian diarak keliling kampung. Tidak hanya hasil bumi berbagai hewan ternak turut diarak keliling desa.
Pendeta GKJW Mojowarno Wimbo Sancoko mengatakan, tradisi unduh-unduh sendiri berasal dari kata mengunduh atau memetik. Untuk itu tradisi ini digelar saat musim petik atau musim panen.
"Tradisi unduh-unduh merupakan perpaduan antara ajaran kitab Injil dan budaya Jawa. Di mana setiap umat yang mendapat kenikmatan atau hasil yang melimpah, diwajibkan untuk memberikan sedikit rizkinya untuk orang yang membutuhkan," ujarnya.
Menurutnya, setiap tahun di musim panen, umat kristiani di Mojowarno selalu menggelar tradisi ini. Harapannya, semoga panen mendatang akan lebih baik dan sebagai bentuk syukur kepada Tuhan atas panen yang berlimpah.
"Selain itu juga mengajarkan kepada jemaat agar memiliki kepedulian terhadap gereja dan sesama umat manusia lainnya," imbuhnya.
Dalam perayaan tersebut, ada enam blok unduh-unduh yang diarak sesuai dengan jumlah dusun yang ada. Ribuan warga dari berbagai daerah juga terlihat memadati jalan untuk menyaksikan budaya unduh-unduh tersebut.
"Sangat luar biasa. Saya lihat masyarakatnya itu membaur jadi satu tidak memandang ras, agama atau kepercayaan. Siapapun orangnya, mereka bergabung jadi satu dalam kegiatan itu dan terlihat harmonis,” ungkap Victor Haulilo warga asal Nusa Tenggara Timur.
Selanjutnya, semua hasil bumi tersebut, kemudian di lelang bebas kepada masyarakat. Hasilnya akan digunakan untuk pengerjaan pelayanan gereja dan akan disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan.

0 comments: