Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suaka merupakan unit kegiatan mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati, Bandung.
LPM Suaka terbilang cukup aktif di antara pers mahasiswa lainnya di Bandung. Produk jurnalistik yang dihasilkan LPM Suaka terus beredar sesuai dengan waktunya.
Produk LPM Suaka di antaranya, majalah yang terbit tiap tahun, tabloid yang terbit tiap bulan, dan situs daringnya yang selalu diperbaharui setiap hari.
Di balik semua produk jurnalistik Suaka yang beredar, ada seorang mahasiswi yang bertanggung jawab atas keredaksian produk tersebut. Isthiqonita namanya. Seorang mahasiswi semester 6 Jurnalistik UIN Bandung.
Di pimpin oleh seorang perempuan bukan hal yang tabu bagi LPM Suaka.
Di saat perempuan masih dipandang sebelah mata di beberapa bagian dunia, keredaksian LPM Suaka sudah beberapa kali dipimpin oleh perempuan. LPM Suaka menunjukan pada kita betapa indahnya kesetaraan.
Hal ini di akui salah satu ranger (sebutan untuk anggota) Suaka, Nuru Fitry. Baginya tidak ada perbedaan di bawah kepemimpinan seorang lelaki atau pun perempuan.
Isthiqonita, dalam satu kesempatan menyatakan, hanya terdapat satu persoalan dalam penunjukkan dirinya sebagai pimpinan redaksi LPM Suaka.
Isthiqonita mengatakan dirinya, tidak bisa maksimal dalam menemani redaktur artistik mengatur tata letak produk jurnalistik LPM Suaka.
Mengatur tata letak bukan lah hal mudah. Membutuhkan kesabaran dan waktu yang tidak sedikit untuk menyatukan keinginan beberapa orang.
Karena mengatur tata letak yang tidak mudah, terkadang seorang pimpinan redaksi harus menghabiskan malam bersama redaktur artistik untuk mengerjakan tata letak bersama. Ini yang menjadi persoalan.
Indekos khusus putri di sekitar UIN Bandung memiliki jam 'operasional' tersendiri. Mayoritas pukul 22.00 gerbang sudah dikunci. Tidak boleh masuk-keluar lagi. Selain itu, norma-norma yang berlaku di masyarakat juga melarang perempuan pulang larut malam. Dengan alasan apapun.
Mungkin hanya hal di atas yang menjadi kekurangan dari seorang pimpinan redaksi perempuan.

0 comments: